menunggu binasa
di timur yang jauh
berderet-deret dalam barisan rapih
matahari baru yang tak kunjung bersua
dan kita ...
diam dalam hening pengharapan
tanpa doa pun pujian-pujian
menyilakan mati semakin dekat dengat terompetnya
akankah kita senantiasa melepaskan kesadaran
membiarkan tubuh-tubuh retas oleh waktu sedikit sisa
berteriak, bersorak
menyambut binasa yang dibawa cahaya pagi
sudah sejenak lalu kita mengagungkan enggan
dan setahun lagi kita terbunuh dengan perlahan
esok hari bukanlah hari baru maka renggutlah ruhku
sebelum yang lain
berderet-deret dalam barisan rapih
matahari baru yang tak kunjung bersua
dan kita ...
diam dalam hening pengharapan
tanpa doa pun pujian-pujian
menyilakan mati semakin dekat dengat terompetnya
akankah kita senantiasa melepaskan kesadaran
membiarkan tubuh-tubuh retas oleh waktu sedikit sisa
berteriak, bersorak
menyambut binasa yang dibawa cahaya pagi
sudah sejenak lalu kita mengagungkan enggan
dan setahun lagi kita terbunuh dengan perlahan
esok hari bukanlah hari baru maka renggutlah ruhku
sebelum yang lain
