ritus malam #1
satu dari sekian malam kali ini, kalimat kita tersamar
bermetamorphosa dalam sajak kebimbangan
berdesingan dipermainkan kudus dingin
dan para penonton yang bisu membelokkan arah jalan cerita
tidak seperti ketika kita menanti pagi kemarin lusa
nyala lampu kota malam ini terlalu enggan menjelma senja
hingga bayang-bayang masa tidak sempat tercipta
mungkin karena matamu terlalu sayu
atau jangan-jangan kita sedang mengkultuskan sesuatu
nafasmu bergetar
menebarkan ancaman menghardik perlahan
beberapa makluk kecil memburu langkah kembali ke lubangnya yang dalam
beringin tua yang menjelma dalam seikat camelia
pun hari ini bergesa berganti rupa
sebelum akhirnya kita memutuskan pulang menemukan rumah yang hilang
dimana kita berkehendak
menceritakan kejadian dalam prosa tak beraturan
sampai engkau tersirap
dan kesedihanku terselesaikan
