Wednesday, March 02, 2005

dunia

terkadang ingin pula aku berhenti melihat ke depan diam menunduk
mengais sisa hujan tadi pagi dari balik lembaran-lembaran tanah merah yang sudah tidak lagi merekah
menuai pucuk-pucuk mimpi perkasa setia
selalu keraguan menyergap di ujung lorong berkelok menelikung sesak dan angkuh
tapi di sini aku yang mentukan bagaimana yang seharusnya