Saturday, November 06, 2004

aku berhenti

tidak ingin lagi kutulis cerita mendayu-dayu seperti sedia kala. hari ini semuanya tampak lain. aku telah menjadi mediokris paling menyebalkan sepanjang sejarah penciptaan manusia. kenapa aku tidak bisa menelaah kebingunganku? seharusnya aku tau apa yang kubingungkan. atau semata aku ketakutan untuk mengetahuinya? bajingan.

sial

aku menyedihkan
menghukumi diri sendiri
memperkosa keyakinan
menjilati penyesalan
memalukan
namun kepada siapa aku malu...

Thursday, November 04, 2004

ya sudahlah

kutemukan tubuhku tergeletak di pinggir trotor
membeku di samping anjing beku
engkau membunuhku dengan sempurna
tanpa setetes darah pun apalagi dendam yang tersisa
lalu kapan kita akan berpesta?
menjuluki diri sebagai pejantan durga?
dunia telah habis
kuhisap semuanya dan kubawa mati bersama
jangan terlalu bahagia dulu
esokmu pun sudah habis sejak matahari hilang kemarin sore
gelap yang selamanya
menghitamkan pohon waru di depan rumah
hingga kita tidak bisa bercumbu lagi di bawahnya
semua terlalu sempurna
saat kau membunuhku kemarin sore

Wednesday, November 03, 2004

candi malam-malam

menggali kubur masa lalu
membangkitkan dewa astina dengan mahkota dan tahta
penghadiran cerita eyang kakung dari babad kidung pengantar tidur
dan ritus malam ini kembali mengulang romantika
datangnya sinta dalam raut yang caruk
dalam kegetiran sorot sayumu
sejenak sempat ingin menunduk walau akhirnya teraduh
...
perhentian itu hanya sesaat
sebelum akhirnya kau senandungkan sebuah sanjak jalan pulang
dimana dewa-dewa tak lagi diraja
saatnya kembali kepelukan sang lelaki penguasamu
begitupun aku dalam kuasa yang telah habis