pada perhentian
malam menjelma beku
begitu juga laku yang tiba-tiba terhenti
bukan karena jam dinding jarumnya patah
bukan pula percakapan purna
lalu kau mulai menyesal menceraikan tubuh
belum lama kita berselang jalan
wahai engkau yang telah membunuh api
teruslah bersembunyi
dalam piyama abu-abu terkulai
denting piano melambatkan ketukannya
lagu sedih yang terakhir
dan pada genangan di sudut matamu, kau merajuk
hentikan! hentikan!
begitu juga laku yang tiba-tiba terhenti
bukan karena jam dinding jarumnya patah
bukan pula percakapan purna
lalu kau mulai menyesal menceraikan tubuh
belum lama kita berselang jalan
wahai engkau yang telah membunuh api
teruslah bersembunyi
dalam piyama abu-abu terkulai
denting piano melambatkan ketukannya
lagu sedih yang terakhir
dan pada genangan di sudut matamu, kau merajuk
hentikan! hentikan!

1 Comments:
aku baca berulang
aku ga ngerti...
tapi
aku kan harus slalu mengerti
^dungu mode on^
-crushdew-
Post a Comment
<< Home