nocturno sore hari
bulir-bulir hujan masih kentara di balik cahaya matahari
lusamu terburu datang
diiring nocturno yang belum saatnya diperdengarkan
tentang kepada siapa aku akan membagi mimpi, kelak
apakah sengaja kau meninggalkan bayang di pagiku yang kemarin
aku telah berduka, engkau pun tahu
sebuah roman celoteh terik dan jalan-jalan panjang telah bertemu epilognya
sebelum sempat beradu di pembaringan dan taman bunga
kemudian aku meminta malam untuk tidak padam
karena aku belum menyiapkan sebuah sanjak yang terakhir
masih sore
hujan telah mengantarkan sebuah kecup penghabisan
