sebuah purnama dan gereja tua
ketika redup lampu sorot tertimpa kolom-kolom angkuh, sombong
purnama tenggelam
kegerahan memistiskan suasana
bangku-bangku membisu kaku oleh mulut-mulut yang beku
romantika masa lalu hadir dalam keperkasaan sebuah gereja tua
sebuah kota kuno
sebuah perjamuan agung
suara menggelepar sesaat dan hilang
sayup-sayup terdengar repertoar lama dimainkan
tantang bumi dan manusia
tentang damai dan dusta
riuh yang memecah ternyata tidak mampu meleraikan ambigu
kebingungan datang untuk kesekian kalinya
keindahan malam ini apakah bukan karena engkau, kekasihku
tersadar kita pun berdiri
melangkah membumi
masih dengan lampu-lampu sorot yang kian redup


