Saturday, December 31, 2005

menunggu binasa

di timur yang jauh
berderet-deret dalam barisan rapih
matahari baru yang tak kunjung bersua
dan kita ...


diam dalam hening pengharapan
tanpa doa pun pujian-pujian
menyilakan mati semakin dekat dengat terompetnya


akankah kita senantiasa melepaskan kesadaran
membiarkan tubuh-tubuh retas oleh waktu sedikit sisa
berteriak, bersorak
menyambut binasa yang dibawa cahaya pagi


sudah sejenak lalu kita mengagungkan enggan
dan setahun lagi kita terbunuh dengan perlahan


esok hari bukanlah hari baru maka renggutlah ruhku
sebelum yang lain

2 Comments:

Blogger dewgf said...

ih ngeri kaleee...

9:05 PM  
Anonymous Anonymous said...

pesimisme di akhir tahun cep??? atau sebenarnya kamu takut??

4:28 AM  

Post a Comment

<< Home