Monday, October 17, 2005

badut-badut

badut-badut bersolek
dengan
pastel dan cat minyak, membubuhkan lingkaran dalam bulatan besar
bibir-bibir yang basah meskipun mulut-mulut tidak pernah terkatup

keluarlah darinya mimpi dan ilusi tak henti-henti
di sana dan di sini
mengurung arah kemana aku bisa menjelajah

badut-badut menjelma
bersetubuh denganmu, dia, kami, kita, mereka, orang-orang dan yang lainnya
bersekutu menyudutkanku ke ranah asing
dengan tawa dan hentakan nafas aneh siap mengulumku

tidakkah tubuhku sudah telanjang untuk lagi-lagi ditelanjangi?
rupanya marut
janganlah lagi dihukum dengan tatapan-tatapan begitu legam
cacatnya rana
tidaklah perlu diseka dengan dusta

hentikan! duhai yang tidak memiliki kata ganti

badut-badut yang menanggalkan kepala
mengirimkan pesan kematian yang selalu tertunda
sampai kemudian aku akan menyadari bahwa sudah terlalu lama aku pergi

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

selamat malam om cecep... barusan diberitahu sanak saudara yang melihat om cecep di kota gede... berkali2 di telp tak pernah dapat... masih dengan kata-kata yang terlalu indah ya? good luck...

_dewi_

11:49 AM  
Anonymous Anonymous said...

apalah arti kenormalan fisik jika manusia itu mati?
bebaskan dirimu!

-crushdew-

9:46 PM  
Anonymous Anonymous said...

badut???
tidakkah kau juga badut teman???

3:04 AM  

Post a Comment

<< Home