Wednesday, September 14, 2005

tarian api

lingkaran api membesar, merah, gerah
menggulungku dengan lidah yang tidak menyerah
di ujung-ujungnya, perempuan sundal menghembuskan gairah dengan amarah
menghasut dengan bujuk rayu buah surga rana


aku terbakar oleh nyala yang hangat menggoda
tubuhku remuk, ruhnya beterbangan mencari pintu keluar
bara yang mulai menyelimuti dengan gumpalan peluh mengerang kegirangan

bersama malam penghabisan, aku ditarikan api
wujudnya merona menyembunyikan raut ranum tipu dan candu
mengusung tanda tanya tanpa pertanyaan

liukan goyah karena gerak mulai kehilangan rancak
padam akan menghempasku serupa lebur
menunggu sebuah lengguhan terakhir sebelum senyap
dan orang-orang bertepuk dan orang-orang bersorak

0 Comments:

Post a Comment

<< Home