Tuesday, September 13, 2005

cerita sepotong di angkringan

kau memesankan untukku satu gelas lagi
kopi yang pekat dan pahit yang hitam
di atas piring beberapa tempe mendoan menyisakan bara kemerahan

tiba gilirannya asap sudah mulai tebal dalam kulumanmu
menandakan kebisuan malam dimulai tepat pada waktunya

lihatlah segerombolan takziah di ujung sana
bergumam dengan kata-kata pelan penuh dendam
atau beberapa sanak terlibat perseturuan di ujung kanan, tidakkah kau dengar?
berapi-api mereka meneriakkan kata cinta
berbunga-bunga kita melukiskan duka

tidak menunggu waktu dan anggukan kita beradu
sebuah pesan 'selamat tinggal'
di hari kemudian,
sebongkah arang mengambang di ujung gelas
bangku terkulai, tikar dalam gulungan
tanpa bara yang menyala
pun kebisuan yang merindukan

0 Comments:

Post a Comment

<< Home