terima kasih (untuk a.l.i.a.)
surau berdegup
dua garis cahaya pagi terhenti di tembok rumahmu
menceraikan kata dari inangnya yang tak sempat kau lengkapi
sesaat sebelum kita sadar
betapa semburat warna ungu mengekor dari kelopak bibirmu
ritus malam segera berakhir
karena sebentar lagi matahariku melumat fajar yang selalu kau benci
dan kita pun bergegas
menyiapkan sepenggal cerita kado perpisahan
sementara
kusembunyikan rona sesungging senyummu
dalam roman yang akan kubawa pulang
hingga suatu saat nanti
senja akan datang
mengantarkannya kepadamu dengan janji akan peri yang telah kau beri
dua garis cahaya pagi terhenti di tembok rumahmu
menceraikan kata dari inangnya yang tak sempat kau lengkapi
sesaat sebelum kita sadar
betapa semburat warna ungu mengekor dari kelopak bibirmu
ritus malam segera berakhir
karena sebentar lagi matahariku melumat fajar yang selalu kau benci
dan kita pun bergegas
menyiapkan sepenggal cerita kado perpisahan
sementara
kusembunyikan rona sesungging senyummu
dalam roman yang akan kubawa pulang
hingga suatu saat nanti
senja akan datang
mengantarkannya kepadamu dengan janji akan peri yang telah kau beri

0 Comments:
Post a Comment
<< Home