senen 18:00 (untuk a.d.e.k.)
perkelahian baru saja usai
preman ingusan dan seorang jawa penjaja minuman
aku menyelidiknya
dari balik koran selimut tidur
di atas bangku kayu jalur tiga peron selatan
jengah oleh lelah yang mengaliri lantai membanjir ke ujung-ujung tubuhku
lalu engkau bersandar di sela relung besi tua peninggalan belanda
mengajakku tamasya
ke pantai dan lorong-lorong kamar pengap
bersama lagi mengejar harapan palsu masa lalu
kau membujukku dengan senyuman kecut penuh ragu dan candu
di stasiun senen kembali kita membasuh luka dengan cerita
menuliskan sejarah tentang rumah dan sebatang pohon kelapa
beberapa fragmen kenangan menyalakan kecemasan
di hulu malam dan langit jakarta yang mulai goyah
sekian lama setelah orang-orang ramai berebut peran
menjadi penghembus dendam berkepanjangan
esok kita akan bertemu
di ranah jawa tampat moyang mewariskan dongengan
karena aku harus kesana
malam ini
meninggalkanmu untuk kesekian kalinya
bersama nafas teakhir seorang preman ingusan
aku menelanjangimu dengan tatapan yang kian berjarak
di atas kereta yang akan kutunggu
suatu hari kelak
preman ingusan dan seorang jawa penjaja minuman
aku menyelidiknya
dari balik koran selimut tidur
di atas bangku kayu jalur tiga peron selatan
jengah oleh lelah yang mengaliri lantai membanjir ke ujung-ujung tubuhku
lalu engkau bersandar di sela relung besi tua peninggalan belanda
mengajakku tamasya
ke pantai dan lorong-lorong kamar pengap
bersama lagi mengejar harapan palsu masa lalu
kau membujukku dengan senyuman kecut penuh ragu dan candu
di stasiun senen kembali kita membasuh luka dengan cerita
menuliskan sejarah tentang rumah dan sebatang pohon kelapa
beberapa fragmen kenangan menyalakan kecemasan
di hulu malam dan langit jakarta yang mulai goyah
sekian lama setelah orang-orang ramai berebut peran
menjadi penghembus dendam berkepanjangan
esok kita akan bertemu
di ranah jawa tampat moyang mewariskan dongengan
karena aku harus kesana
malam ini
meninggalkanmu untuk kesekian kalinya
bersama nafas teakhir seorang preman ingusan
aku menelanjangimu dengan tatapan yang kian berjarak
di atas kereta yang akan kutunggu
suatu hari kelak

2 Comments:
bunuh saja masa lalu
kau ragu menunggu
atau mencandu...
: Did U ever say that he figured out a way to recall his last memories?
Would you think that he figure out a way to remember to stop that he forgets the past?
: It was the one area where his memory never filled.
I couldn’t tell if it is a real memory or it is an imagination
...
try this movie
Post a Comment
<< Home