Wednesday, June 15, 2005

lampu beranda dan tuannya

nyala lampu mengiba di kejauhan
beranda dengan kursi bambu dan kopi yang telah dingin

nyala lampu muram mengadu
ditinggalkan sang tuan bercinta dengan kekasih gelapnya

dia melirik
memecahkan sekat jendela keretaku
sesaat aku menghampiri

bercerita tentang sisa hidupnya di beberapa malam mendatang
mencoba tetap hidup dengan sedikit tenaga

menurutnya, sang tuan bisa saja mangkat tanpanya
begitu saja...

sesaat keretaku menyeret pergi
nyala lampu di kejauhan meredup
menghadirkan lolongan pajang perempuan sundal
terantuk tubuh kaku di kegelapan

0 Comments:

Post a Comment

<< Home