lampu beranda dan tuannya
nyala lampu mengiba di kejauhan
beranda dengan kursi bambu dan kopi yang telah dingin
beranda dengan kursi bambu dan kopi yang telah dingin
nyala lampu muram mengadu
ditinggalkan sang tuan bercinta dengan kekasih gelapnya
dia melirik
memecahkan sekat jendela keretaku
sesaat aku menghampiri
sesaat aku menghampiri
bercerita tentang sisa hidupnya di beberapa malam mendatang
mencoba tetap hidup dengan sedikit tenaga
menurutnya, sang tuan bisa saja mangkat tanpanya
begitu saja...
sesaat keretaku menyeret pergi
nyala lampu di kejauhan meredup
menghadirkan lolongan pajang perempuan sundal
terantuk tubuh kaku di kegelapan

0 Comments:
Post a Comment
<< Home