Sehabis Pertunjukan
Teriakan hanya tertinggal gema raungannya
Lelaki yang sedari tadi dipuja telah meninggalkan jejak keletihan
Sekali lagi pertunjukan harus berakhir
Di saat banyak dari mereka yang memohon untuk terus diperkarakan
Pada akhirnya kita berdua tertinggal sebagai peluh dalam oase kering
Menghela terik dengan kebisuan
Seperti kemarin dan lusa
Kengerian baru saja tercipta
Tepat setelah perhelatan diselesaikan
Kemudian ketika orang-orang pergi
Tidak ada lagi yang bisa membuka mulut kita
Tersedak kata-kata yang kian menggumpal di tenggorokan
Engkau pun tahu pasti
Lelah ini hanya akan mencumbumu sampai saat siang mempertemukan kita
Bahkan lelaki dengan lekuk tubuh indahnya tiada pun bisa mengusik
Lelaki yang bayangannya hilang dihabisi gedung-gedung berderet
Karena engkau tidak memujanya
Begitupun aku
Bersama kita terduduk
Mengharap orang-orang takkan pernah kembali
Dan siang ...
Siang akan bertahan sampai batas aura kesadaran kita sirna
Lelaki yang sedari tadi dipuja telah meninggalkan jejak keletihan
Sekali lagi pertunjukan harus berakhir
Di saat banyak dari mereka yang memohon untuk terus diperkarakan
Pada akhirnya kita berdua tertinggal sebagai peluh dalam oase kering
Menghela terik dengan kebisuan
Seperti kemarin dan lusa
Kengerian baru saja tercipta
Tepat setelah perhelatan diselesaikan
Kemudian ketika orang-orang pergi
Tidak ada lagi yang bisa membuka mulut kita
Tersedak kata-kata yang kian menggumpal di tenggorokan
Engkau pun tahu pasti
Lelah ini hanya akan mencumbumu sampai saat siang mempertemukan kita
Bahkan lelaki dengan lekuk tubuh indahnya tiada pun bisa mengusik
Lelaki yang bayangannya hilang dihabisi gedung-gedung berderet
Karena engkau tidak memujanya
Begitupun aku
Bersama kita terduduk
Mengharap orang-orang takkan pernah kembali
Dan siang ...
Siang akan bertahan sampai batas aura kesadaran kita sirna

0 Comments:
Post a Comment
<< Home