percintaan di unjung gang buntu
gempa mengguncang keriuhan
aku terhenti di sebuah gang senyap
bersama sekelompok obade dan genderang bisu
siluet lampu penuh ragu mendesing
bak kata-kata cinta seorang pendusta
beberapa lapis harapan tertumpuk rapi
membangun tembok kokoh di ujung jalan buntu
isyarat yang lupa ku terjemahkan pada akhirnya harus dibayar mahal
tidak cukup satu atau dua malam
kejayaan oleh detak jarum waktu mendramakan rindu
akan sayap hangat yang tak juga kembali
menjaga sesenggal tangis masa kecil
tidakkah engkau akan hadir kali ini, menghentikan laju penatian?
masih seperti kemarin senja dan matahari yang gersang
lagi-lagi percintaan kita tertunda
untuk kali yang kesekian
aku terhenti di sebuah gang senyap
bersama sekelompok obade dan genderang bisu
siluet lampu penuh ragu mendesing
bak kata-kata cinta seorang pendusta
beberapa lapis harapan tertumpuk rapi
membangun tembok kokoh di ujung jalan buntu
isyarat yang lupa ku terjemahkan pada akhirnya harus dibayar mahal
tidak cukup satu atau dua malam
kejayaan oleh detak jarum waktu mendramakan rindu
akan sayap hangat yang tak juga kembali
menjaga sesenggal tangis masa kecil
tidakkah engkau akan hadir kali ini, menghentikan laju penatian?
masih seperti kemarin senja dan matahari yang gersang
lagi-lagi percintaan kita tertunda
untuk kali yang kesekian

1 Comments:
-aku hanyut di titik ini-
Menagapa harus menanti? Tak siapkah kau menjemputnya?
Post a Comment
<< Home