Tuesday, January 10, 2006

dan langit yang mulai gelap

sudah kugulung jalan pulang dalam sebuah lembar panjang
di dalamnya, beberapa senyumanmu tertumpuk menindih
baru saja
ketika senja mulai bergerak berarak

aku akan mengejar angin
membungkusnya untuk bisa lekat kauhirup
lalu sudah tidak ada lagi pesan yang selalu dikabarkan langit kemerahan
karena deritamu telah sia-sia

selamat tinggal duhai engkau yang tak terlupakan
kembang kertasmu mulai layu dan dahaga

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

senja memerah tak pernah berkabar
pun menitipkan salam lewat burung-burung yang terbang pulang..
ia selalu resah karena musim ini masih terlalu muda untuk tidak menyergapnya dengan tiba-tiba
tapi terlalu tua untuk bunga matahariku yang telah kehilangan arah tatapan
aku menyukai bau tanah dan daun-daun di musim ini
dan matahari yang hangat ketika ia terlahir dari bumi yang memutar
bersamaku, mereka sudah terpahat di kepingan dinding candi
menjadi pongah, tak berdaya
terserak diantara wajah-wajah candu bagimu
percayalah bahwa ia akan berteriak lirih saja
agar pesta topeng itu tetap berlangsung
bersama sisa hujan menggantung di genggamanmu

6:19 AM  
Anonymous Anonymous said...

ngomong aja digedein......!!!!
kontol aja yang elo urusin...!!!
topeng aja yang elo tebelin...!!!!
memek aja yang elo pikirin...!!!
udah cukup elo berkeluh kesah....!!!

9:53 PM  
Anonymous Anonymous said...

semuanya tidak segelap itu, teman ! namun entah kenapa semuanya nampak abadi dalam senja
kenangan pun luka

4:33 AM  

Post a Comment

<< Home