kali ini pagi terlambat pergi
lalu pada perayaan yang tertinggal dalam terompet koyak
hujan mencabiknya berkali-kali
sebuah tatapan masih saja menggelantung langit
hujan mencabiknya berkali-kali
sebuah tatapan masih saja menggelantung langit
seseorang di sana mulai mengutuki pagi yang tak kunjung pergi
sementara nafas-nafas amis menenggelamkan yang lain
di sudut bulan tua, gundah memilih kata perpisahan
kau merayu api menanggalkan selimutnya
bersama sebuah pelukan dari kekasih tuamu
mendayun mimpi di balik mega-mega
dan cerita lalu hanyalah barang antik
kita sembunyikan bersama saudaranya
di dalam peti tua dengan kerak yang mulai lapuk
dengan sumpah yang mengunci pintunya
apakah hujan akan berhenti pagi ini?
gelisahmu lebih menghanyutkan
karena secarik rahasia tidak juga mampu kita jaga
karena bunga-bunga api begitu cepat padam
pun perawan yang mulai membuka mata
tidak untuk kali ini, sayang
aku telah jatuh cinta pada gemuruh hujan
di timur cakrawala
bersama langit membungkam mataharimu

1 Comments:
aku hanya ingin musim segera berganti..
Post a Comment
<< Home