Saturday, January 07, 2006

embun

ada embun mengucur lambat
menggelinding berbulir-bulir
kemudian tak sengaja aku melindasnya
dengan putaran yang berat

hei, ini tubuhku!
kenapa kau paksa aku mengayuh tanjakan
kakiku sudah basah, dadaku sudah berkarak

di depan sungai telah meluap
ribuan embun bersekutu mengurung sebelum belokan
dalam gejolaknya, janjimu menyembul mengajakku tenggelam
dalam gejolaknya, kau lukis kematian dengan indahnya
dalam gejolaknya, aku pun tergoda

hanya satu bulir masih lekat
menyetubuhi jasadku yang porak
sebuah pagi dan yang harus berakhir

1 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Kapan semua ini kan berakhir...???

11:44 AM  

Post a Comment

<< Home