Sunday, January 15, 2006

kita mencurinya, kemarin

ada yang menjalar dalam guratan tanah merekah
malam tidak cukup dingin untuk menyumpal rongga-rongga besar
demikianpun sesalan air karena minggat dari sendang untuk sia

ketika dahaga kemudian menyampaikan pesan esok yang tidak lagi menyapa
segala riuh hidup dengan sebuah kata tanya, kemana

disini,
dimana seonggok senyum purba menjura melumat bumi meneggak langit
karena ingatan yang kemarin
sesal yang tidak pernah berjanji

6 Comments:

Anonymous Anonymous said...

mas....aku menuntut tanggung jawabmu.....aku udah melahirkan anakmu...apa harus aku bunuh?

8:20 PM  
Anonymous Anonymous said...

Mas Ncep...O where o where..dah lama ga liat bloggermu...ternyata aku ketinggalan banyak cerita...kapan neh walking2 around lagi?..tetep semangat plus keep smile ok!

8:37 AM  
Anonymous Anonymous said...

aku bahagia udah membagi kado AIDS buat teman tidurku mas Ncep....makasih ya udah mau berbagi......kapan2 kita ml lagi yuk....

5:29 AM  
Blogger dewgf said...

kenapa harus pake sesal?
sesal hanya membuat qt gag maksimal kan?

12:18 AM  
Anonymous Anonymous said...

kuberkata...
Go to hell...buat kado AIDS yang kau bagi...
Go to amsterdam...po3tin6 dan anonymous...
-by BALAI PEMUDA SURABAYA-

12:36 AM  
Anonymous Anonymous said...

gw semakin ga ngerti maksud puisi2mu cep,bahasanya sih indah, tapi entahlah aku yang bodoh ini tak pernah mengerti, lebih baik kau hentikan menulis karena cuman orang2 terdekatmu yang ngerti, karena mereka tau dan bersamamu melewati hari2mu, tapi buat orang lain, puisimu hanya kumpulan kata2 yang diindah2kan tapi kosong dan nol besar!!!

8:32 PM  

Post a Comment

<< Home