Sunday, April 10, 2005

Berburu masa

Sekali sempat kau menoleh ke belakang
Namun hanya sekali itu
Ketika tiba-tiba jalan terbelah dan ribuan langkah kita pun berjarak

Matahari jatuh dalam lubang menganga
Kakiku menggelepar memaksa lidah mengatuk sisa dingin

Para pemangsa terus saja berjalan
Diam menyembunyikan gunjingan
Berbaris dengan begitu rapih di sebelah-sebelahku tanpa sedikitpun menggeser mata

Dahaga yang kering menenggelamkan teriak
Bahaya yang memburumu dengan pedang terhunus
Walaupun kau masih saja tegak meneruskan langkah

Dua garis cahaya hitam yang membelah
Jembatan memanjang di atas kuburan matahari

Kini siapa yang akan menolongku
Mengembalikan daun-daun terbakar ke rantingnya
Mencuri kembali segala yang telah kau bawa pergi

0 Comments:

Post a Comment

<< Home